laporan bunga majemuk
Bunga Majemuk (Inflorescentia)
Compound Interest (Inflorescentia)
Khairatul
Jannah
khairatuljannah.bio18@fkip.unsyiah.ac.id
Abstrak
Praktikum yang berjudul “Bunga
Majemuk” telah dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2019 di Laboratorium
Pendidikan Biologi FKIP Universitas Syiah Kuala. Bunga adalah alat
reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga. Pada bunga terdapat organ reproduksi, yaitu benang
sari dan putik. Praktikum ini bertujuan untuk macam-macam
susunan bunga majemuk tak terbatas, terbatas dan Inflorescentia mixta. Praktikum ini dilakukan dengan
menggunakan metode pengamatan langsung tanpa menggunakan bantuan alat-alat
laboratorium. Objek yang diamati adalah kembang
merak (Caesalpinia pulcherima), lamtoro
(Leucaena glauca), oleander (Nerium oleander), jarong (Starchytarpeta jamaicencis), asoka (Ixora grandiflora), bunga matahari (Helianthus annus) . Hasil pengamatan yang diperoleh yaitu macam-macam susunan bunga
majemuk tak terbatas, berbatas dan Inflorescentia
mixta.
Keywords: Bunga
majemuk, terbatas, tak terbatas.
Abstract
The practicum entitled “Compound Interest” was held on March 29, 2019 at
the Biology Education Laboratorium of FKIP University of Syiah Kuala. Flowers
are a means of sexual reproduction in flowering plants. In the flowers there
are reproductive organs namely stamens and pistlis. This
practicum aims to recognize various kinds of compound
interest arrangement is unlimited, limited and Inflorescentia mixta. This practice is carried out using direct observation
methods without using the help of laboratory equipment. The objects observed
were peacock flower (Caesalpinia pulcherima), lamtoro (Leucaena
glauca), oleander (Nerium oleander), jarong (Starchytarpeta jamaicencis),
ashoka (Ixora grandiflora), sunflower (Helianthus annus). The results of the observations obtained is the kinds of compound interest arrangement is unlimited, limited and Inflorescentia
mixta.
Keywords: Compound interest, limited, unlimited
Pendahuluan
Morfologi tumbuhan merupakan ilmu yang mempelajari
bentuk fisik dan struktur tubuh dari tumbuhan. Morfologi berasal dari bahasa
latin morphus yang berarti wujud atau bentuk. Untuk memudahkan para peneliti
dalam mengklasifikasikan jenis tumbuhan, bentuk morfologi salah satu indikator
yang sangat besar perannya untuk mengidentifikasi tumbuhan secara visual,
sehingga keragaman tumbuhan yang sangat beranekaragam dapat diidentifikasi dan
diklasifikasikan untuk memudahkan dalam pemberian nama spesies, famili hingga
kingdom (Sarjani, 2017, p. 182).
Bunga sempurna atau bunga
lengkap (flos completes)
yaitu bunga yang terdiri dari kelopak, tajuk bunga atau mahkota bunga, benang sari serta dilengkapi dengan putik. Berdasarkan kelengkapan alat kelamin jantan dan alat kelamin betinanya
maka disebut tanaman hermaprodit yaitu individu tanaman yang
mempunyai bunga jantan
dan
bunga betina dalam satu kuntum
bunga. Jika bunga
jantan dan betina terdapat pada satu individu tumbuhan yang sama,
maka spesies tumbuhan disebut berumah satu (monoesis) (Sari, 2017, p.73).
Pada bunga terdapat bagian-bagian yang sudah terjadi
peristiwa-peristiwa yang disebut persarian atau penyerbukan dan pembuahan akan
menghasilkan bagian tumbuhan yang disebut buah (Tjitrosoepomo, 2015, p.120).
Bunga jantan biasanya memiliki
ukuran yang lebih panjang dari bunga betina, khususnya pada bagian antara perpanjangan
ibu tangkai bunga. Kedua bunga jantan dan betina mempunyai empat sepal (Meriko, 2012, p.69).
Walaupun bunga merupakan modifikasi dari batang dan
duan, bunga merupakan struktur pokok tumbuhan, sebagai alat perkembangbiakkan
tumbuhan. Bunga berasal dari kuncup bunga (Alabastrum
atau Gemma florifera) (Rosanti,
2013, p.78).
Metode/Cara
Kerja
Waktu dan Tempat
Praktikum dilakukan di Laboratorium Pendidikan
Biologi FKIP Universitas Syiah Kuala Banda Aceh pada tanggal 29 Maret 2019.
Target/Subjek/Populasi/Sampel
Subjek
yang melakukan praktikum adalah mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan tahun 2018. Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengamati, mengenal dan mengetahui bermacam-macam
bunga majemuk tak terbatas, terbatas dan Inflorescentia
mixta. Sampel pada praktikum ini adalah kembang merak (Caesalpinia
pulcherima), lamtoro (Leucaena
glauca), oleander (Nerium oleander), bunga
matahari (Helianthus annus) jarong (Starchytarpeta jamaicencis), dan asoka (Ixora grandiflora).
Prosedur
Untuk mengamati bunga majemuk
terlebih dahulu disediakan kembang merak (Caesalpinia
pulcherima), lamtoro (Leucaena
glauca), oleander (Nerium oleander), jarong
(Starchytarpeta jamaicencis), asoka (Ixora grandiflora), dan bunga matahari
(Helianthus annus). Kemudian menuliskan nama preparat dan nama
familinya, digambarkan bagian-bagian bunga majemuk tak terbatas, berbatas, dan Inflorescentia mixta.
Teknik Pengumpulan Data
Data pada praktikum ini berupa data
dalam bentuk gambar yang disertai dengan deskripsi dan paparan dari setiap
gambar tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung
terhadap subjek yang diamati.
Teknik Analsisis Data
Teknik analasis data pada pengamatan ini yaitu analisis
deskripitif dengan penjelasan yang berakaitan dengan penjelasan yang berkaitan
dengan gambar tersebut.
Hasil dan
Pembahasan
Bunga ialah
alat perkembangbiakan generatif, dimana tempat terjadinya peristiwa penyerbukan
dan pembuahan yang nantinya akan menghasilkan buah yang di dalamnya terdapat
biji. Biji inilah yang akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Selain berfungsi
sebagai alat perkembangbiakan, bunga juga memiliki banyak manfaat bagi
kehidupan manusia, antara lain sebagai sumber makanan, minuman, penghias, bahan
parfum, bahan obat, untuk keperluan budaya, dan lain-lain (Suprapto, 2009,
p.90).
Bunga majemuk
adalah suatu cabang yang mendukung sejumlah bunga dan pada setiap bunganya
terdapat daun yang berguna untuk asimilasi. Bagian-bagian bunga majemuk yaitu
ibu tangkai bunga, tangkai bunga, dasar bunga, daun-daun pelindung, daun
tangkai, dll (Santoso, 2017, p.210).
Bunga majemuk
tak terbatas adalah bunga majemuk yang ibu tangkainya tumbuh, dapat bercabang
atau tidak bercabang, dan mempunyai susunan acropetal (semakin dekat ujung
tangkai semakin muda). Bunga yang mekar lebih dahulu dari bagian pinggir atau
bagia bawah yang terakhir bunga yang menutup ujung ibu tangkai atau bagian atas
(Kartakaningram, 2015, p.101).
Bunga majemuk
berbatas adalah bunga majemuk yang ujung ibu tangkainya selalu ditutup dengan satu
bunga. Dengan demikian, ibu tangkai mempunyai pertumbuhan yang terbatas. Bunga
yang mekar lebih dahulu yang terletak pada ujung ibu tangkai (Batubara, 2017,
p.6).
Pada bunga
terdapat bagian-bagian yang setelah terjadi persarian (penyerbukan) dan
pembuahan menghasilkan buah didalamnya
yang mengandung biji. Biji inilah kelak
akan tumbuh menjadi tumbuhan baru sehingga dapatlah dikatakan bahwa
bunga merupakan suatu bagian pada tumbuhan yang amat penting (Sari, 2015, p.29).

Kembang merak
(Caesalpinia pulcherima) (Sumber. Google)
Berikut klasifikasi Kembang merak
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Fabales
Famili
: Fabaceae
Genus
: Caesalpinia
Spesies :Caesalpinia pulcherima
Berdasarkan hasil praktikum langsung, kembang merak (Caesalpinia pulcherima) memiliki tangkai
karangan bunga, daun tangkai, ibu tangkai dan
tangkai bunga, namun tidak memiliki daun pelindung. Bunga kembang merak
merupakan bunga majemuk yang bersusunan tandan. Bunga kembang merak memiliki
sifat bunga tidak terbatas.

Lamtoro (Leucaena glauca) (Sumber:Google)
Berikut klasifikasi Lamtoro
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Fabales
Famili
: Fabaceae
Genus
: Leucaena
Spesies : Leucaena glauca
Berdasarkan hasil praktikum
langsung, Lamtoro (Leucaena glauca) memiliki tangkai karangan bunga, daun tangkai, ibu
tangkai dan tangkai bunga, namun tidak memiliki daun pelindung. Bunga lamtoro
merupakan bunga majemuk yang bersusunan bongkol. Bunga lamtoro memiliki sifat
bunga tidak terbatas.

Oleander (Nerium oleander) (Sumber:Google)
Berikut klasifikasi oleander
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Tracheophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Gentiales
Famili
: Apocynaceae
Genus
: Nerium
Spesies : Nerium oleander
Berdasarkan hasil praktikum
langsung, oleander (Nerium oleander) memiliki tangkai karangan bunga, daun tangkai, ibu
tangkai, dan tangkai bunga, namun tidak memiliki daun pelindung. Bunga oleander
merupakan bunga majemuk yang bersusunan tandan. Bunga oleander memiliki sifat
bunga tidak terbatas.

Jarong (Starchytarpeta jamaicencis) (Sumber:Google)
Berikut klasifikasi jarong
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Lamiales
Famili
: Verbenaceae
Genus
: Starchytarpeta
Spesies : Starchytarpeta jamaicencis
Berdasarkan hasil praktikum
langsung, jarong (Starchytarpeta jamaicencis) memiliki tangkai karangan bunga, daun
pelindung, ibu tangkai namun tidak memiliki daun tangkai dan tangkai bunga.
Bunga jarong ialah bunga majemuk yang bersusunan bulir. Bunga oleander memiliki
sifat bunga tidak terbatas.

Asoka (Ixora grandiflora) (Sumber: Google)
Berikut klasifikasi asoka
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Tracheophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Gentiales
Famili
: Rubiceae
Genus
: Ixora
Spesies : Ixora grandiflora
Berdasarkan hasil praktikum
langsung, asoka (Ixora grandiflora) memiliki tangkai karangan bunga, daun tangkai,
ibu tangkai dan tangkai bunga, namun tidak memiliki daun pelindung. Bunga asoka
ialah bunga majemuk yang bersusunan malai rata. Bunga asoka memiliki sifat
bunga campuran.

Bunga
matahari (Helianthus annus) (Sumber:Google)
Berikut klasifikasi bunga matahari
Kingdom
: Plantae
Divisi
: Magnoliophyta
Kelas
: Magnoliopsida
Ordo
: Asterales
Famili
: Asteraceae
Genus
: Helianthus
Spesies : Helianthus annus
Bunga matahari (Helianthus annuus L.) termasuk famili
compositae.Tanaman bunga matahari berasal dari Meksiko dan Peru Amerika Latin.
Di Indonesia, bunga matahari sudah di teliti sejak tahun 1970. Pada mulanya
tanaman bunga matahari dikenal sebagai tanaman hias, kini manfaatnya semakin
luas. Salah satu produk utama bunga matahari adalah biji-bijinya yang diolah
sebagai bahan baku industri makanan berupa kwaci dan penghasil minyak nabati
yang dibutuhkan dalam isdustri minyak.
Berdasarkan hasil praktikum
langsung, bunga matahari (Helianthus annus) memiliki tangkai
karangan bunga, daun tangkai, ibu tangkai, dan tangkai bunga, namun tidak
memiliki daun pelindung. Bunga oleander merupakan bunga majemuk yang bersusunan
tabung. Bunga matahari memiliki sifat bunga tidak terbatas.
Simpulan
dan Saran
Simpulan
Bunga
adalah alat reproduksi seksual pada tumbuhan berbunga. Pada
bunga terdapat organ reproduksi, yaitu benang sari dan putik. Bunga merupakan modifikasi
dari batang dan duan, bunga merupakan struktur tumbuhan, sebagai alat
perkembangbiakkan tumbuhan. Bunga berasal dari kuncup bunga (Alabastrum atau Gemma florifera). Pada bunga terdapat bagian-bagian yang sudah
terjadi peristiwa-peristiwa yang disebut persarian atau penyerbukan dan pembuahan
akan menghasilkan bagian tumbuhan yang disebut buah.
Saran
Pada
praktikum ini disarankan untuk memperhatikan penjelasan yang diberikan
asisten laboratorium tentang bagian-bagian
bunga Serta disarankan untuk sebelum menganalisis bagian-bagian bunga,
kita diharuskan membaca terlebih dahulu tentang morfologi tumbuhan.
Daftar Pustaka
Batubara, Melvariani Syarbi, dkk. (2017). Pengaruh
Pemberian Ekstrak Etanol Daun Andaliman (Zanthoxylum
acanthopodium DC) Terhadap Gambaran Morfologis Ovarium Menvit (Mus muscullus L) Strain Ddw. Jurnal Klorofil. 1:1. 5-10.
Kartakaningram, S. & Effendi, K. (2015). Studi
Taksonomi Micromelum blume (Rutaceae)
di Indonesia. Jurnal Biodervesitas. 6:2.
100-102.
Meriko, Lince. (2012). Biologi Bunga Tumbuhan
Nepenthes (N. ampullaria, N. Gracilis, dan N. Reinwardtiana). Jurnal
Pelangi. 4:2. 66-75.
Rosanti, Dewi. (2013). Morfologi Tumbuhan. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Santoso, Bambang Budi, dkk. (2017). Pembuangan Jarak
Pagar (Jatropha curcas L.) Beberapa
Ekotipe Nusa Tenggara Barat. Jurnal Agron
Indonesia. 39:3. 210-216.
Sari, Dian
Anggria. & Putra, Ramadhani Eka. (2015). Kajian Karakter Bunga Coffea Arabica . Terkait Dengan
Kemungkinan AplikasiLebah Madu Local Sebagai Agen Penyerbuk. Jurnal Matematika & Sains. 20:1.
27-31.
Sari, Ni Kadek Yunita. (2017). Struktur Morfologi Bunga Dan Anatomi Serbuk Sari Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis). Jurnal Media Sains. 1:2. 71-76.
Sarjani, dkk. (2017). Identifikasi Morfologi dan
Anatomi Tipe Stomata Famili Piperaceae di Kota Langsa. Jurnal IPA dan
Pembelajaran IPA. 1:2. 182-191.
Suprapto & Supanjani. (2009). Analisis
Genetik Ciri-Ciri Kuantitatif dan Kompatibilitas Sendiri Bunga
Matahari di Lahan Ultisol. Jurnal Akta
Agrosi. 12:1. 89 – 97.
Tjitrosoepomo, G. (2009). Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Komentar
Posting Komentar